Rabu, 26 Mei 2021

Laporan 1500 kataa magang 1

Nama: Ahmad Aldi Yanto

NIM: 11901295

Kelas: PAI 4 C

Makul: Magang 1.

Dosen pengampu: Farninda Aditya, M.pd.

Tugas: Laporan Bacaan (kurikulum pendidikan) 


KURIKULUM

A. Pengertian Kurikulum

Menurut Ramayulis (2015: 227) kurikulum merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam keberhasilan pendidikan. Dalam dunia pendidikan adanya kurikulum yang baik dan tepat sangat diperlukan agar dapat mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang dicita-citakan.

Adapun definisi kurikulum dari pendapat ahli yang lainnya adalah, 

E. Mulyasa (2007: 47) menyatakan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar dan hasil belajar, serta cara-cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan. 

  

Menurut Oemar Harmalik (proses, 2008:65) kurikulum adalah program pendidikan yang disediakan oleh lembaga pendidikan (sekolah) bagi siswa. Berdasarkan program pendidikan tersebut siswa melakukan berbagai kegiatan belajar sehingga mendorong perkembangan pertumbuhannya sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. 

Dalam sisdiknas kurikulum diartikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (UU RI No. 20 tentang SISDIKNAS, Thn. 2003: 167)


Berdasarkan pemahaman saya pribadi pada beberapa definisi tentang kurikulum tersebut, maka dapat terlihat bahwa pengertian kurikulum sangat bervariasi. Namun dari variasi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran untuk mempengaruhi anak supaya belajar baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah dalam rangka upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam pendidikan itu sendiri. 

Peranan kurikulum sangat penting dalam dunia pendidikan, karena menentukan materi dan sistem pembelajaran yang akan diterapkan.

Menjadi seorang pendidik itu tidak tidak boleh secara sesuka hati atau sembarangan, karena sejatinya peran seorang guru bukan hanya mengajar tetapi juga mendidik dan kedua hal tersebut adalah sesuatu yang berbeda maknanya. 

 pendidik bertanggung jawab untuk menentukan keberhasilan yang dicapai peserta didik dalam memahami setiap materi pelajaran, demi mendapatkan atau membuat materi pelajaran yang yang disampaikan kan dengan yang baik dan benar sehingga kegiatan belajar mengajar bisa efektif dan efisien, tentunya peran kurikulum sangat penting dalam dunia pendidikan, jika kurikulum pendidikan tidak ada, maka dapat dipastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran dapat terganggu atau bahkan tidak efektif dan efisien karena tidak terarah sehingga tujuan dan sasaran pendidikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau di cita-citakan. 


  B. Organisasi kurikulum 

Dalam kurikulum tentunya ada organisasi kurikulum. 

Menurut Dale S. Beach, organisasi merupakan suatu sistem yang mempunyai struktur dan perencanaan yang digunakan dilakukan dengan penuh kesadaran, di dalamnya ada orang yang bekerja dan berhubungan satu dengan yang lainnya dengan satu cara yang terkoordinasi dengan baik secara kooperatif guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Dakir (2004:40) menyatakan bahwa Dalam pembelajaran, siswa diharapkan mengalami perubahan tingkah laku. Merubah tingkah laku manusia tidak mudah dan tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat misalnya satu hari dua hari, tiga hari atau bahkan satu minggu maka sangat perlu pengorganisasian mata pelajaran atau organisasi kurikulum demi pembuatan kurikulum yang lebih baik lagi, Demi tercapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri. 

Menjadi seorang pendidik atau seorang guru sama saja dengan memiliki tanggung jawab yang besar karena melihat hasil dari pelaksanaan pembelajaran membutuhkan waktu yang cukup lama bisa jadi beberapa bulan atau dalam beberapa tahun kemudian. Hal ini disebabkan tidak satupun materi-materi pelajaran yang mempunyai pengaruh yang signifikan dan cepat terhadap peserta didik baik dari segi cara berpikir, kebiasaan, tingkah laku, cara bekerja, sikap, minat dan motivasi dan lain sebagainya. 

Organisasi kurikulum sama halnya dengan kerangka untuk program pendidikan yang akan disampaikan Pendidik atau guru kepada peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. 

Adapun dalam hal ini Abdul Manah, mengemukakan ada beberapa jenis organisasi kurikulum tersebut antara lain: subject curriculum, correlated curriculum, integrated curriculum, core curriculum. 

S. Nasution mejelaskan bahwa organisasi kurikulum adalah bentuk atau pola penyusunan mata pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa, organisasi kurikulum dibagi menjadi tiga:

a. Separate subject curriculum

Separate subject curriculum adalah kurikulum yang disusun berdasarkan mata pelajaran yang terpisah-pisah. Setiap sesuatu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan dimensi-dimensi kurikulum, Adapun kelebihan dari kurikulum separate subjek curiculum adalah bahan pelajaran dapat disajikan secara logis dan sistematis, organisasi kurikulum itu mudah direncanakan dan dilaksanakan, kurikulum lebih mudah dinilai. Sedangkan kekurangan dari dimensi kurikulum ini adalah kurikulum ini memberikan mata pelajaran yang terpisah-pisah artinya setiap mata pelajaran tidak saling berkaitan, kurikulum ini menyampaikan pengalaman umat manusia yang lampau, kemudian tujuan dari kurikulum ini terlalu terbatas. 

b. Correlated curriculum

Correlated curriculum kurikulum yang disusun berdasarkan penggabungan atau fusi berapa mata pelajaran yang serumpun atau sejenis. 

Kelebihan dari Correlated curriculum adalah memajukan pengetahuan pada murid-murid, minat dari para peserta didik bertambah jika melihat hubungan antara mata pelajaran pemahaman peserta didik tentang sesuatu akan lebih mendalam dan lebih baik, karena dapat melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Sedangkan kekurangan dari Correlated curriculum adalah tidak menggunakan bahan yang langsung berhubungan dengan kebutuhan dan minat anak, kurikulum ini tidak memberikan pemahaman atau pengetahuan yang sistematis atau secara mendalam mengenai berbagai mata pelajaran yang ada.

c. Integrated curriculum

Integrated curriculum adalah kurikulum yang disusun dengan meniadakan batas-batas yang jelas antara mata pelajaran yang satu dan yang lain.

Kelebihan dari integrated Curriculum adalah menjamin kesatuan bahan pelajaran, jadi tidak terdiri dari pelajaran yang berbeda-beda dan tidak saling berhubungan, kurikulum ini menyesuaikan atau mudah disesuaikan dengan minat serta kesanggupan dan kematangan siswa sebanyak kelompok maupun sebagai individu dalam proses belajar mengajar, kurikulum ini menyajikan pelajaran yang sangat berkaitan dengan pengalaman anak di dalam kehidupannya.

Sedangkan kekurangan dari kurikulum ini adalah guru tidak dididik untuk menjalankan integrated curriculum sehingga dalam pelaksanaan guru-guru bisa saja mengalami kesulitan, kurikulum ini dianggap tidak mempunyai organisasi yang logis dan sistematis.

Dalam melaksanakan kurikulum ini harus disertai dengan sarana dan prasarana yang sangat memadai akan tetapi faktanya sarana dan prasarana sangat kurang untuk melaksanakan kurikulum ini.


Jadi, pada dasarnya semua pola organisasi tersebut baik namun paling tidak dari yang baik tersebut bisa diambil yang paling baik hal tersebut menjadi pertimbangan dalam membuat kurikulum pendidikan.



C. Dimensi-dimensi Kurikulum

Menurut Muhaimin dan Abdul Mujib dalam permasalahan kurikulum pendidikan ada tiga dimensi kurikulum yang harus diperhatikan yaitu:

1. Dimensi ontologi

Dimensi ini mengarahkan kurikulum agar lebih banyak memberi peserta didik untuk berhubungan langsung dengan fisik objek-objek langsung serta berkaitan dengan pelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Implikasi dimensi ontologi dalam dunia pendidikan adalah bahwa dalam pengalaman manusia, ia harus mengutamakan kepribadian atau memperkaya kepribadian. 

2. Dimensi epistemologi

Dalam dimensi ini perwujudan kurikulum harus berdasarkan matode yang disebut dengan metode ilmiah.

Adapun bentuk dari implikasi dimensi epistemologi di dalam kurikulum adalah sebagai berikut:

A. Konten yang fleksibel, hal ini karena pengetahuan yang dihasilkan bersifat tidak mutlak atau dapat berkembang dan berubah-ubah. 

B. Penguasaan konten atau materi tidak sepenting penguasaan memperoleh ilmu pengetahuan itu sendiri.

C. Kurikulum menekankan lebih kepada pelajaran proses yang artinya, bagaimana siswa dapat menginstruksikan ilmu pengetahuan, aktivitas kurikulum, memecahkan permasalahan. 


3. Dimensi aksiologi

Dimensi ini mengarahkan pembentukan kurikulum yang untuk dirancang sedemikian rupa agar memberikan kepuasan pada diri peserta didik untuk memiliki nilai-nilai yang diperlukan. Terutama memahami sepenuhnya materi yang dijelaskan. 

Ketiga dimensi kurikulum tersebut merupakan kerangka dalam merumuskan kurikulum pendidikan yang dibuat atau diciptakan, yakni ingin mengintervensi kehidupan peserta didik sedemikian rupa agar peserta didik mejadi manusia seutuhnya yang sadar akan hak dan kewajibannya.

D. Orientasi Kurikulum

Secara umum Orientasi merupakan perkenalan untuk bisa menentukan sikap berupa arah dan pandangan pikiran seseorang terhadap sesuatu. 

Secara garis besar orientasi Kurikulum menurut Muhaimin dan Abdul Mujib ada lima macam, yaitu: 

1. Orientasi terhadap pelestarian nilai

D dalam pendangan Islam, nilai terbagi menjadi menjadi dua macam, yakni: nilai yang turun dari Allah SWT, yang disebut dengan nilai illahiyah, sementara nilai yang tumbuh dan berkembang dari peradaban manusia itu sendiri adalah nilai insaniyah. Kedua nilai tersebut membentuk nilai-nilai atau berupa kaidah-kaidah kehidupan yang dianut dan melembaga di masyarakat yang mendukungnya. Adapun tugas dari kurikulum adalah memberikan situasi-situasi dan program tertentu untuk mencapai atau tercapainya pelestarian kedua nilai tersebut, orientasi ini memfokuskan kurikulum Sebagai alat tercapainya.


2. Orientasi lada sosial demand

peradaban dan kebudayaan merupakan tanda dari majunya masyarakat, sehingga masyarakat tersebut mengalami berbagai perubahan dan perkembangan yang pesat. Hal ini karena kehidupan adalah berkembang, tanpa adanya perkembangan berarti tidak ada kehidupan di dalamnya. Orientasi Kurikulum adalah bagaimana memberikan kontribusi positif dalam perkembangan sosial dan kebutuhannya, sehingga hasil dari lembaga pendidikan mampu menjawab dan mengatasi berbagai masalah-masalah yang menimpa masyarakat. 

3. Orientasi pada tenaga kerja

Manusia merupakan makhluk sosial manusia juga merupakan makhluk biologis yang mempunyai unsur mekanisme jasmani yang membutuhkan kebutuhan-kebutuhan lahiriah, misalnya makan, minum, pakaian, tempat tinggal dan lain sebagainya, setiap kebutuhan tersebut harus selalu dipenuhi secara layak, dan salah salah satu diantara Persiapan untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan yang layak adalah melalui pendidikan, dengan pendidikan membantu seseorang untuk menambah pengalaman dan pengetahuan yang dapat menentukan kualitas kerja seseorang, hal ini karena dunia kerja dewasa ini semakin banyak saingan dan jumlah perkembangan penduduk jauh lebih pesat dari penyediaan lapangan pekerjaan. Sebagai konsekuensinya, kurikulum pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kerja. Hal ini ditujukan setelah keluar dsri lembaga sekolah, agar peserta didik memperoleh kemampuan dan keterampilan yang profesional, berproduktif, dan kreatif, mampu mendayagunakan sumber daya alam, sumber diri dan sunber daya situasi yang sangat mempengaruhi. 

4. Orientasi pada peserta didik 

Orientasi pada peserta didik memberikan arahan pada kurikulum untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang disesuaikan dengan bakat, minat dan kemampuan diri. Untuk merealisasikan orientasi lada kebutuhan setiap peserta didik.